Rabu, 19 Agustus 2020

Cara Mendapatkan Bitcoin

Dunia bergunjang-ganjing masalah Bitcoin, kadang kita bingung. Bagaimanakah cara untuk mendapatkan bitcoin? Oke penyusun sampaikan beberapa cara :

1.   Join kedalam exchanger, rata-rata exchanger tidak hanya melayani penukaran satu macam Crypto saja, tetapi Bitcoin dan Altcoin, "Altcoin" adalah kombinasi dari dua kata: "alt" dan "coin"; alt adalah kependekan dari alternatif dan koin menandakan mata uang. Jadi gabungan kedua kata menyiratkan kategori cryptocurrency yang merupakan alternatif dari mata uang digital Bitcoin. Setelah kisah sukses Bitcoin, banyak mata uang digital peer-to-peer lainnya telah muncul  untuk meniru kesuksesan BTC. Altcoin dibangun di atas kerangka dasar yang disediakan oleh Bitcoin. Jadi kebanyakan altcoin adalah peer-to-peer, melibatkan proses penambangan dan menawarkan cara yang efisien dan murah untuk melakukan transaksi di web. Source:investopedia.com . Banyak pilihan exchanger, terutama diluar negeri. Untuk Indonesia sampai saat ini yang paling senior adalah vip.bitcoin.co.id
2.   Melakukan Capcha harian, dari situs yang menyediakan faucet-faucet (Keran sumber BTC), semisal situs yg paling terkenal eobot.com.
Tidak semua situs faucet hanya menyelesaikan capcha, ada juga dengan meng-klik iklan dan membiarkan tayang di komp. Untuk sekian detik. Kemudian mendapatkan hadiah berupa sekian satoshi (satuan BTC, dengan 8 digit dibelakang koma). Dan lain lain.
3.   Membeli hash power dari perusahaan yang menyediakan cloud mining, dimana kita tidak dipusingkan oleh segala permasalahan teknis. Contoh: dari genesis-mining.com, hashflare.io , eobot.com, slushpool.com ……dan jangan lupa wakuang.co (untuk cloud mining wakuang hanya dikenakan biaya sekali penempatan member, tanpa perlu dipusingkan untuk membayar maintenance fee……berbeda dengan cloud miner yang lain).
4.  Investasi mesin dan melakukan mining sendiri. Mining masih dibagi atas 2 jenis, yaitu :
a). Solo Miner. 
Dimana membangun server tersendiri/ membangun pool.  Dll.
Untuk Solo miner sebetulnya sudah tdk memungkinkan disaat ini, karena kebutuhan daya
komputasi yg luar biasa (dan sudah dikuasai perusahaan besar). Segala pertimbangan
dapat dipelajari dengan melihat info-info yg ada, terlalu banyak kendala.

b). Join di pool yang sudah ada.
Misalnya antpool, Slushpool, bitminter, minergate dan masih banyak lagi.

Menambang Bitcoin.

Bitcoin sangat bergantung pada proses pertambangan. Karena dengan pertambangan yang dilakukan oleh para penambang Bitcoin (miner) ini akan memvalidasi setiap transaksi, membangun dan menyimpan blok baru tersebut ke dalam blockchain.
Penambangan dapat dilakukan dengan CPU, GPU, FPGA dan ASIC.
Untuk melakukan penambangan, harus terhubung ke dalam jaringan Bitcoin/blockchain  (Syarat mutlak : internet), yang disebut “node”. Jika sudah menjadi node, berarti sudah terhubung ke jaringan Bitcoin/blockchain. Node dari penambang yang tersebar di Negara manapun (ingat sifatnya desentralisasi/tidak berpusat/seperti jaringan peer-to-peer. Hee…he…penyusun ingat dulu sering memakai limewire dan pirate bay untuk mendapatkan video music…..he…he..).
Blockchain adalah landasan cryptocurrency. Untuk menjaga keamanan blockchain, data dari blok sebelumnya dienkripsi atau "di-hash" menjadi serangkaian angka dan huruf. Dilakukan dengan memproses input blok melalui suatu fungsi, yang menghasilkan keluaran dari panjang tetap. Fungsi yang digunakan untuk menghasilkan hash bersifat deterministik, yang berarti bahwa ia akan menghasilkan hasil yang sama setiap kali input yang sama digunakan, membuat penentuan input menjadi sulit (kesulitan penambangan).
Menambahkan transaksi ke blockchain membutuhkan kekuatan proses komputer yang besar. Penambang dikompensasi hanya jika mereka adalah yang pertama untuk membuat hash yang memenuhi satu set persyaratan tertentu, yang disebut hash target.
Proses menebak hash dimulai di header blok. Ini berisi nomor versi blok, stempel waktu, hash yang digunakan di blok sebelumnya, nilai nonce (rangkaian angka dan huruf acak), dan hash target. Yang berhasil menambang blok adalah penambang pertama yang menebak nonce. Nomor ini ditambahkan ke isi blok yang di-hash, dan kemudian di-rehashed. Jika hash memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam target, maka blok tersebut ditambahkan ke blockchain. Sirkulasi untuk menebak nilai nonce disebut sebagai bukti kerja, dan penambang yang berhasil dihadiahi blok dan dibayar dalam cryptocurrency (source:investopedia.com).
Penerimaan Cryptocurrency akan berkurang seiring berjalannya siklus waktu.
Penjelasan diatas dilakukan dengan sesederhana mungkin. Dengan compare beberapa artikel. Karena penyusun tidak terlibat secara dalam. Kecuali programmer kelas dunia (Jago coding) dan berminat untuk terlibat dalam pengembangan Cryptocurrency, blockchain dan altcoin.
Bagi sebagian besar kita, ketertarikan atas Bitcoin berdasarkan nilai ekonomi yang sedemikian tinggi. Serta mulai diterimanya sebagai alat tukar dalam perdagangan, seolah-olah calon pengganti system Fiat mata uang dunia yang terus tergerus oleh inflasi.


Pada saat memiliki mesin nambang, tinggal menginstal program yang sudah tersedia. Untuk kelas miner kecil (Contoh : RedFury yang termasuk ASIC miner …dll),


yang pernah penyusun lakukan. Hanya melakukan penginstalan program CGminer atau BFminer. Manipulasi sedikit file BAT/Scrypt. Mesin sudah dapat digerakkan.




Contoh : mining dengan Redfury




Untuk menghemat listrik, fungsi Laptop dapat diganti dengan Raspberry Pi generasi 2 (Single Board Computer). Dimana diisi dengan software Minepeon. Sebagai interface setting pool untuk mining.





Control dapat dilakukan dalam jaringan wifi yang sama, cukup dengan tablet android yang berisi Fing (untuk mengkoneksikan Wifi) dan Juice SSH (Menyambung ke Raspi dengan fasilitas SSH).







Fing dan Juice SSH adalah program android yang dipakai di tab android. Dengan Fing untuk menemukan IP addres dari raspberry (yg berisi software minepeon). Dikoneksi dengan fasilitas SSH. Secara otomatis juice SSH berfungsi. dan lakukan login.
Pilih menu di minepeon. Buka CG miner. Maka aktifitas dari ASIC miner akan terlihat jelas (dalam hal ini Red Fury).

Note :
Penambangan dengan RedFury sudah sangat tidak memungkinkan, karena tingkat kesulitan yang tinggi dan hanya memiliki 2,3-2,5Gh/s tiap unitnya. Bandingkan Antminer yg maksimum mampu mencapai 16,5 Th/s (berapa juta unit RF untuk menyaingi alat tersebut).  


Sedangkan untuk miner kelas berat. Seperti antminer, sudah tersedia software bawaan untuk melakukan setting pool (seperti minepeon).
Tinggal dikoneksikan  melalui IP address, seperti setting router wifi pada saat pertama kali pakai.


Note :
Mohon maaf jika ada kekurangan, seandainya ada expert yang ingin memperbaiki tulisan ini, silahkan email ke muliadi.pans@gmail.com. Terima kasih.



Cryptocurrency Bitcoin

 Salam kepada netter Masih diingat oleh penyusun, diawal-awal tahun 2010-2011. Penyusun sering mencari bisnis online, yang mana sebetulnya h...