Kenapa harus staking? Sebagai pemodal kecil, saya tidak sanggup untuk mining karena membutuhkan spesifikasi yang tinggi. Apalagi selama ini saya hanya mampu memanfaatkan VPS murah untuk aktifitas pekerjaan di dunia kripto (mining dan staking) karena tidak mungkin untuk menjalankan komputer rumahan seharian atau lebih.
Menambang koin dengan VPS adalah mudah untuk koin-koin dengan algoritma cryptonight/cryptonote. Saya bisa mendapatkan mulai dari 1 sampai 1000 koin sehari, tergantung spesifikasi koinnya. Tetapi, ketika mencoba menambang koin dengan algoritma seperti X11 atau Scrypt atau lainnya, sehari hanya dapat 0,0000XXXX. Begitu banyak nol di belakang koma. Padahal sebagai kolektor koin yang sangat antusias, saya juga ingin memiliki variasi koin yang beragam. Nah, untuk mengakali masalah tersebut diambillah staking sebagai jalan keluar.
Staking secara sederhana dapat diartikan dengan menyimpan saldo koin di dalam dompet untuk jangka waktu tertentu. Hampir mirip seperti deposito kalau di dunia nyata. Dengan staking kita akan mendapat laba (bunga) dan juga kadang-kadang imbalan (reward) tergantung dari program yang disediakan oleh pengembang (developer) koin.
Sebagai contoh, koin Deviant yang menawarkan imbalan 10 koin DEV saat menyelesaikan sebuah blok.
Secara umum, syarat-syarat staking adalah sebagai berikut:
1. Koin tersebut mempunyai fitur untuk staking, yang biasa disebut Proof of Stake (PoS)
2. Anda mempunyai aplikasi dompet (wallet) untuk koin yang akan Anda staking
3. Dompet Anda tentu saja harus mempunyai saldo yang cukup. Ini yang kadang saya sendiri belum begitu tahu, berapa nominal saldo yang cukup? Sebaiknya ditanyakan kepada pengembangnya.
4. Aplikasi dompet harus terus berjalan sepanjang hari.
Oleh karenanya kita membutuhkan VPS untuk keperluan tersebut.
Dari mana kita bisa mendapatkan saldo untuk dapat staking koin? Kita bisa membelinya pada bursa jual-beli (exchange) yang menyediakan koin tersebut. Tetapi jika koin tersebut baru dan belum tersedia di pasaran, terpaksa Anda harus menghubungi pengembang untuk bisa mendapatkannya. Atau, dengan mengikuti acara airdrop atau bounty yang umumnya selalu dilakukan oleh penerbit koin baru.
Baik, sekarang kita masuk ke hal teknis. Untuk staking saya menganjurkan menggunakan VPS dan dengan memilih spesifikasi server yang kecil saja. Agar tidak terlalu membebani keuangan, dan itu cukup.
Server kecil dengan ukuran RAM 1 GB sudah cukup malah bisa Anda gunakan untuk staking beberapa koin sekaligus, 2-5 koin saya kira masih sanggup untuk staking koin-koin baru yang memang ukuran database blockchainnya belum terlalu besar.
Saya biasanya menggunakan penyedia VPS seperti DigitalOcean, Vultr, dan/atau Contabo untuk kegiatan staking. Dan saya kira sah-sah saja karena untuk staking ini tidak menggunakan beban proses yang tinggi pada server.
"Makalah ini terbatas, silahkan teman teman serching di web atau youtube"